Resensi Novel “30 Hari Mencari Cinta”

1. Unsur Intrinsik

a. Tema
3 orang gadis yang bersahabat dan bertaruh untuk menacri cinta selama 30 hari
b.Setting
Kampus, Rumah kontrakan, Apartemen, Salon, Kaffe, Counter VCD, Resto, Mini market, Taman.
Waktu : Pagi, Siang, Malam, dan Sore hari
c.Alur
Maju-Mundur
d.Tokoh
Gwen : Tomboy, Bodoh, Judes.
Bono : Lugu, ramah.
Keke : Centil, Energik, dan kurang begitu pintar.
Olin : Ramah, Sopan dan Pintar.
Brian : Cabul.
Erik : Penyuka sesama jenis, Lemah gemulai.
Axel : Pemabuk, kurang berseka diri.
e.Sudut pandang
Orang Kedua Pelaku Utama
f.Amanat
Cinta tidak dapat dipaksakan, cinta akan dating jika sudah waktunya, dan cinta tidak dapat dibuktikan dengan berhubungan intim.
Dan sahabat merupakan hal terpenting yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dan sahabat merupakan dorongan dan motivasi yang mendukung di samping motivasi dari orang tua.
g.Sinopsis
3 Wanita bernama Gwen, Olin dan Keke adalah tiga mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Jakarta, dan telah lama menjalin persahabatan selama mereka kuliah, mereka tinggal di rumah kontrakan yang di sewa oleh mereka.
Mereka bertiga mempunyai teman akrab bernama Bono, Bono merupakan karyawan kaffê, pengantar Pizza, dan penjaga kasir di sebuah mini market, dan Bono selalu mendengarkan kelah-kesuh kehidupan mereka bertiga.
Suatu hari mereka bertiga bertemu dengan musuh mereka di kampus, bernama Barbara, Barbara merupakan musuh mereka karena mata lelaki selalu tertuju pada Barbara yang memiliki payu dara lebih besar dari wanita lainnya, di saat mereka melihat Barbara dengan mata yang menyorot, Barbara yang tidak menyukai sorotan mereka bertiga mengklaim bahwa mereka bertiga merupakan pasangan wanita penyuka sesama jenis (Lesbian), merasa kurang terima mereka pun mulai melakukan pencarian jodoh.
Dan dalam pencarian pasangan hidup, mereka memasang taruhan siapa yang lebih dahulu mendapatkan lelaki, dialah yang akan menjadi raja di kontrakan mereka, sedangkan yang kalah akan menjadi pembantu di kontrakan mereka selama satu tahun.
Mereka mencari jodoh hanya untukmembuktikan bahwa mereka bukanlah pasangan penyuka sesama jenis (lesbian), namun ditengah pencarian jodoh tersebut mereka justru menemukan pasangan yang beragam sifat dan tidak seperti laki-laki yang normal.
Seperti yang di alami oleh Keke, wanita yang cantik dan energik ini bertemu dengan Brian di tempat fitness, dan ternyata Brian bukanlah lelaki yang tulus mencintai wanita namun Brian selalu memandang bahwa cinta dapat dibuktikan dengan hubungan intim (seks).
Dan Gwen yang mendapatkan lelaki ‘Punk’ bernama Axel, Axel yang selalu telat dan boros serta pemabuk selalu ingkar janji kepada Gwen dan selalu membuat Gwen merasa jijik karena Axel kurang merawat kebersihan dirinya.
Olin yang mendapatkan lelaki yang penyuka sesama jenis (homo), Erik salah satu ‘banci salon’ ini berusaha untuk normal, tetapi Erik tidak bisa untuk bersifat normal dan mencintai wanita seperti layaknya laki-laki yang normal.
Merasa tidak menemukan pasangan yang cocok akhirnya mereka mengakhiri hubungan mereka walaupun diantara mereka mengalami putus hubungan oleh pasangannya seperti yang di alami Olin, menyadari bahwa pencarian jodoh mereka menyebabkan hubungan persahabatan mereka retak akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi diri mereka sendiri, mereka sadar bahwa cinta sejati untuk mereka akan datang jika mana waktu telah tiba untuk mereka bertiga, dan mereka juga kembali menjalin persahabatan mereka yang telah lama di jalani, kehidupan tanpa Lelaki bukanlah kebahagiaan yang dapat membuat mereka bahagia selalu.

2. Unsur Ekstrinsik
1. Biografi pengarang
Nova Riyanti Yusuf, dilahirkan di Palu, 27 november 1977. Sempat mengenyam pendidikan di the writeing school Singapore. Ia lulus sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti tahun 2002 dan sejak 2004 menjadi residen spesialisasi Psikiatri di Universitas Indonesia. Novel pertamanya, mahadewa mahadewi diterbitkan tahun 2003, menjadi editor’s coice versi majalah cosmopolitan 2003 dan dijadikan buku referensi Indonesia Language advanced di Charles Darwin University Australia. Maret 2004 novel ke duanya IMIPRAMINE diterbitkan. Saat ini aktif praktek sebagai dokter umum di klinik staf dan mahasiswa Universitas Paramadina dan menjadi guru bahasa Inggris di Grow UP.
Upi Avianto, aktiv menulis sejak usia 17 tahun. Tiga tahun kemudian, menjadi sutradara program TV dan video clip. Beberapa karyanya banyak dijadikan program TV. Diantaranya Opera tiga jaman dan Rumah Kami (RCTI), sebagai Creator-Story Ideas. Director-Script Writer untuk acara serial Satu Atap dan Ketupat Opor Lebaran (ANTV), Script Writer untuk Intermezo (Variety Show) di ANTV, dan masih banyak karya-karya lainnya. Orang yang mengaku tidak pernah sekolah film ini juga menulis sekenario film Tusuk Jelangkung (2002), sutradara sekaligus sekenario 30 Hari Mencari Cinta (2004).
2.Nilai Moral
Adanya moral yang tidak baik untuk dicontoh karena dalam novel terselipkan prilaku remaja yang kurang baik, seperti gadis yang pergi ke diskotik dan pergaulan yang tidak dibatasi seperti seks.
3.Nilai Sosial
Adanya nilai kekeluargaan yang erat, walaupun diantara tokoh-tokoh tersebut berbeda orang tua dan agama, tetapi mereka tak pernah memandang perbedaan, dan selalu berusaha untuk menjadi satu walau berbeda.
4. Nilai Budaya
Budaya kebarat-baratan mendominan pada Novel ini, ini digambarkan dengan adanya bahasa-bahasa asing yang terselipkan dalam novel ini, dan pergaulan remaja-remaja Jakarta yang cenderung berkehidupan bebas, dan pergaulan yang kurang positif.
5.Amanat
Carilah cinta dengan berdasarkan hati, kerena cinta datang ketika sudah waktunya dan cinta tidak bisa di cari secara paksa walau pun kita menginginkannya, cinta juga tidak dibuktikan dengan hubungan seks bebas, karena cinta itu suci dan sahabat merupakan hubungan yang penting karena sahabat selalu ada dalam kehidupan kita baik sedih maupun senang.

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN NOVEL
Kelemahan dalam novel ini adalah banyak kata-kata yang kurang baik dan menurut kami kata-kata ini fulgar, dan menggunakan bahasa yang kurang baik seperti “Gue-lo” .
Kelebihan novel ini adalah mudah dimengerti karena menggunakan bahasa bahasa sehari.

Tebal Buku :Cover+halaman=160 Halaman
Penerbit :GagasMedia
Pengarang :Nova R.Yusuf & Upi Avianto
Harga Buku :Rp.15.000,-
Tahun Terbit :2004

6 comments on “Resensi Novel “30 Hari Mencari Cinta”

    • sudt pandang dlam novel itu gan???
      sorry baru bales sebenernya itu tugas waktu gw sma gan. jadi sudut pandang itu bagai mana si penulis novel menceritakan tokoh dalam novel tersebut, contoh
      “AKU” berati itu penulis berperan sebagai tokoh utama, tetapi jika kata “Dia” itu berari si penulis berperan sebagai tokoh ke-3 yang tidak ada dalam cerita. gitu gan, setidaknya itu yang gw tau,. lw mau tanya lagi boleh di copast di bagian mana yang agan g ngerti insaallah gw bntu gan.

Komen-nya dong ƪ(^ε^)ʃ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s